SEJARAH DESA PEGANDEN
- Menurut pendapat yang pertama, Peganden berasal dari nama “GANDEN” yaitu : suatu nama alat yang terdiri dari kayu, yang bentuknya seperti palu besar yang berguna untuk ganden (bhs.jawa)/memukul, memalu paku.
- Pendapat yang kedua, Peganden diambil dari kata Pegandringan yang berarti tempat berkumpulnya orang yang ‘Pangkat’ , orang yang mengerti diantaranya : Mbah Joko Soengkono sebagai pendiri Desa, kemudian Mbah Bono sebagai tangan kananya Mbah Joko Soengkono. Mbah Sangkul sebagai tangan kirinya Mbah Wareng dan Mbah Siwates.
- Mbah Joko Soengkono adalah seorang ulama yang berdakwah dengan sabung ayam dalam artian apabila ayamnya menang maka yang kalah harus ikut atau tunduk pada peraturan agama islam. Yakni harus syahadat, sholat, puasa dsb. Mbah Joko Soengkono sudah terkenal dikalangan anak-anak dan remaja sehingga dengan keahlian dan kesaktianya tidak terkalahkan disamping itu dia juga hidup bersama Sunan Giri.
- Suatu hari ia bersabung ayam di desa Tenger dengan ayam jelmaan yaitu ayam dari Ganden (Palu dari Kayu). Dengan demikian ayam lawan akan kalah lalu kanjeng Sunan Giri tau bahwa ayam yang diadu mbah Joko Soengkono itu bukan ayam sungguhan melainkan ayam jelmaan. Lalu kanjeng Sunan Giri membuat ayam tandingan yaitu ayam jelmaan yang terdiri dari palu besi sehingga ayam mbah Joko Soengkono kalah.
- Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai beriikut:
1. TRUENO SAMIDI (Seumur Hidup)
2. SAMIJAN (Seumur Hidup s.d 1986)
3. YAKIM (tahun 1986 s.d 1993)
4. AYYUB GHOZALI (tahun 1993 s.d tahun 2002 )
5. AMINUDDIN (tahun 2002 s.d 2007)
6. H.SAMSUL S.E (tahun 2007 s.d 2013)
7. MUSTAIN (tahun 2013 s.d 2019)